Ketika CINTA Pergi

Posted: 04/07/2010 in Cinta dan Kehidupan

Ketika CINTA Pergi

Aku menangis tersedu ketika tersadar bahwa aku harus melupakanmu, melupakan cintaku. Bumi tempatku berdiri seolah runtuh dan aku tak mampu untuk berpijak lagi. Pandanganku kacau, tak bisa memfokuskan pikiran.

Nafasku seolah terhenti, dan aku benar-benar tak bernafas ketika kau meludahiku. Meludahiku dengan tertawaan yang menyakitkan. Dengan hinaan dan cacian, bahwa kau telah menang, dan aku telah kalah. Tanpa tahu, bahwa aku memang sengaja mengalah, mengalah demi kebahagiaanmu, Cinta.

Terlebih ketika kau berlari meninggalkanku, aku menahanmu, tetapi segera kau tepis tanganku. Tak mau lagi memandangku, tak mau lagi mendengar isak tangisku. Cinta kau benar-benar berubah. Dengan sekejap kau menjadi benci, benci yang terus menusuk-nusuk hati.

Aku tak mau benci ini menjadi beban untukmu, juga untukku. Karena kau, cinta, adalah anugerah terindahku, dan bencana jika kau pergi meninggalkanku. Tetapi sekarang kau tak lagi membutuhkanku, kau memiliki wadah lain yang sempurna.

Aku harus melupakanmu, melupakan semua tentangmu. Aku tak mau lagi terombang-ambing dalam episode kehidupan yang tak menentu. Tak mau lagi terpuruk dalam kesedihan, tak mau lagi menjadi bulan-bulanan terpaan gelombang kau, cinta.

Kau tahu? Melupakanmu adalah hal terberat dalam hidupku, bagai mimpi buruk yang terus menghantuiku. Meski melupakan cinta adalah hal terlarang bagi seorang pecinta sejati sepertiku, karena cinta ada bukan tuk dilupakan, sebab jika mati, kita hanya bisa hidup dalam kecintaan seseorang.

Mencoba tuk tegar bukan keahlianku, menangis juga sebenarnya bukan tipeku. Aku hanya bisa terdiam memandangi punggungmu. Cinta, kau pergi, meninggalkan bekas yang tak bisa kuhapuskan. Aku tahu hidupku tak bergantung padamu, esok pun aku akan bangun dari tidur seperti biasa, bekerja, menatap pergantian siang dan malam dengan sempurna. Tetapi dalam dadaku ada lubang besar, hei cinta, bagaimana aku kan menutupnya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s